Arsip dari
September, 2007
Friday, September 21st, 2007
Alhamdulillah, situs lombokphotography.com menjadi no 1 di search engine Google.com per 20 september 2007, untuk keyword lombok photography & lombok photographer
Ini menunjukkan keseriusan kami dalam memulai bisnis di dunia fotografi, khususnya di kawasan pesona wisata Lombok dan sekitarnya.
terima kasih juga atas segala bantuan rekan2 semua, khususnya pihak Vitrolenta.net (micko henry, matur suwun !) yang sudah banyak mengorbankan tenaga & waktu buat kami.
have a nice day & browsing !
posting pada
Info Terkini |
No Comments »
Saturday, September 15th, 2007
Mengabadikan saat-saat penuh bahagia di hari pernikahan pastilah
menjadi bagian tak terpisah dari rangkaian acara di hari istimewa Anda. Setiap
momen penuh arti diabadikan dalam bentuk video maupun foto. Jika Anda memutuskan
untuk menggunakan jasa fotografi sebagai salah satu media mengabadikan kebahagian,
berikut adalah tips yang mudah-mudahan bisa menjadi pengetahuan tambahan mengenai
fotografi bagi Anda.
1. Paket dengan harga mahal bukan jaminan bahwa Anda akan mendapat kualitas
baik. Kualitas karya fotografi tidak melulu dikaitkan dengan besarnya biaya
yang harus dikeluarkan, kok. Jika Anda bijak memilih, syukur-syukur kalau Anda
juga mengetahui setidaknya sedikit hal dasar mengenai fotografi Anda akan lebih
jeli mencari studio atau fotografer yang tidak membuat budget pernikahan Anda
di luar batas.
2. Paket yang murah. Hei, seorang teman yang menyukai fotografi
mengatakan bahwa fotografi bukan produk generik. Jadi Anda jangan langsung memilih
produk dengan harga sangat murah dan di bawah rata-rata tanpa mempedulikan kualitasnya.
Adalah benar bahwa yang mahal belum tentu menawarkan kualitas terbaik, namun
jangan jadi langsung asal pilih yang paling murah. Perhatikan betul kualitasnya
jika harga yang ditawarkan ternyata di bawah rata-rata.
3. Foto Studio. Jika Anda memilih untuk berfoto di studio foto
yang memiliki lebih dari satu fotografer, pastikan Anda mengetahui benar hasil
karyanya. Anda dapat memilih dan menentukan fotografer mana yang ingin Anda
ajak bekerja sama. Sebelum hari pemotretan tiba, sempatkan bertemu dulu dengan
sang fotografer. Foto Anda selain akan menjadi bagian dari dokumentasi juga
akan menjadi karya seni, karenanya chemistry dan kesepahaman antara Anda, pasangan,
dan sang fotografer harus dibangun dulu sebelum pemotretan dilakukan. Ini juga
berguna untuk mengetahui gaya yang sesuai untuk Anda dan pasangan.
4. Hitam & Putih. Jika foto hitam putih menjadi pilihan
Anda, tips berikut ini perlu Anda simak. Pastikan bahwa sang fotografer akan
menangani langsung foto Anda tersebut. Hampir tak mungkin mendapatkan hasil
cetak foto hitam putih yang berkualitas kecuali sang fotografer menanganinya
sendiri. Dengan teknologi digital yang sekarang banyak diterapkan dalam dunia
fotografi, pastikan juga bahwa Anda menyetujui rentang warna pada foto Anda.
Detail pada area yang paling ingin ditonjolkan, dan shadow pada latar belakang
sangat perlu diperhatikan dengan detail sebelum Anda menyetujui untuk mencetak
foto tersebut.
5. Pencahayaan. “Payung� dan
kotak-kotak yang terdapat di studio dimanfaatkan untuk membuat pencahayaan yang
lebih lembut. Untuk itu Anda harus menyimak betul penampilan Anda sebelum dipotret.
Perhatikan apakah gradasi putih gaun pengantin Anda akan terlihat cukup tajam
nantinya, untuk ini yang mesti Anda lakukan adalah bercermin pada kaca tiga
dimensi, tidak hanya pada cermin datar yang biasa Anda lakukan.
6. Negatif foto. Sehalus mungkin tolak “ajakan�
fotografer yang menawarkan negatif foto sebagai bonus saja. Jika Anda ingin
memperbesar ukuran foto dari format medium menjadi ukuran kanvas lukisan, misalnya,
pastikan juga Anda mencetak negatif foto di studio profesional. Perlu kesabaran
tentu saja, dan juga biaya lebih, namun hal itu cukup berharga, kok untuk mengenang
hari bahagia Anda.
7. Kontrak. Jika Anda membuat perjanjian mengenai foto, misalnya
jumlah foto yang akan Anda terima, apakah Anda juga akan mendapatkan foto Anda
dalam bentuk CD atau tidak, jangan hanya menaruh kepercayaan pada ucapan saja.
Pastikan bahwa Anda dan pasngan membuat perjanjian tertulis dengan studio atau
fotografer perorangan yang akan mengabadikan kenangan Anda dan pasangan. Bentuk
perjanjian tertulis paling sederhana adalah bukti pembayaran dengan rincian
produk dan layanan yang akan Anda terima sebagai konsumen mereka.
8. Saran terakhir, sebaiknya, sih Anda lebih memilih fotografer
penuh waktu. Bukan berarti fotografer paruh waktu tidak berkualitas, bukan sama
sekali. Hanya saja ada kecenderungan orang yang mengabdikan diri dengan total
dalam pekerjaannya menghasilkan karya yang lebih baik. Kecuali jika Anda yakin
bahwa fotografer paruh waktu yang Anda inginkan memang berkualitas.
posting pada
Info Terkini |
No Comments »
Saturday, September 15th, 2007
Berikut ini adalah beberapa tuntunan yang dapat membantu Anda
dalam mengembangkan keterampilan fotografi.
Selalu Bawa Kamera Alasan utama mengapa Anda melewatkan momen
yang bagus untuk difoto adalah karena Anda tidak membawa kamera. Jadikanlah
suatu kebiasaan untuk selalu membawa kamera kemanapun Anda bepergian karena
Anda tidak tahu momen-momen atau pemandangan-pemandangan apa yang akan Anda
temui nanti. Belilah tas atau tempat untuk kamera Anda karena hal tersebut dapat
memudahkan Anda membawa kamera, selain itu juga dapat melindungi kamera Anda
dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti goresan maupun benturan dengan benda
lain. Tas atau tempat kamera yang memiliki busa dan memiliki lapisan luar yang
cukup keras adalah pilihan yang cerdas untuk hal ini.
Foto Lebih Banyak Lagi Jika Anda berfikir bahwa Anda telah
cukup banyak mengambil foto, tidak demikian adanya, terutama jika Anda adalah
pemilik kamera dijital. Hasil foto kamera dijital disimpan dalam format dijital
(berkas), jadi tidak ada kerugian bagi Anda untuk mengambil foto lebih banyak.
Memang foto tersebut akan menghabiskan sejumlah space pada kartu memori Anda,
namun nantinya Anda dapat dengan mudah menghapusnya jika Anda tidak puas dengan
hasil foto tersebut. Mengapa Anda mengambil sebuah foto jika Anda bisa mengambil
banyak foto? Tidak usah ragu, karena mungkin tempat di mana Anda mengambil foto
tersebut tidak akan Anda kunjungi lagi. Foto sebebas-bebasnya, karena pemandangan/adegan
sehari-hari yang membosankan dapat saja menjadi bersejarah beberapa tahun kemudian.
Percaya pada Mata Anda Mempelajari aturan-aturan composition
adalah hal yang baik, namun aturan-aturan tersebut kadangkala tidak berlaku
dan ada kalanya Anda harus mempercayai mata Anda. Ketika kita akan memfoto sebuah
objek, gerakkan atau pindahkan kamera dan jelajahi pemandangan sekitarnya. Ketika
Anda menemukan sudut potret yang menurut Anda bagus, fotolah dengan segera.
Latih Mata Anda Lihat dan perhatikan dengan seksama foto yang
Anda ambil. Cobalah untuk menemukan kekurangan-kekurangan dan kritiklah hasil
foto tersebut. Apakah foto tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan pada
saat kita memfoto? Apakah Anda suka composition-nya? Aktivitas peninjauan kembali
hasil foto oleh Anda sendiri sangat esensial dalam meningkatkan indra fotografi
Anda.
Kenali Kamera Anda Anda tidak perlu menghafal setiap fitur
pada kamera Anda sesegera mungkin. Akan lebih mudah mengingat fitur-fitur Anda
dengan perlahan-lahan mencoba fitur-fitur kamera Anda satu-persatu melalui aktivitas
fotografi sehari-hari. Analoginya seperti saat kita belajar mengganti persneling
saat mengendarai sepeda motor atau mobil. Jadikan kemampuan mengutak-atik fitur
kamera menjadi kebiasaan Anda. Dengan demikian Anda tahu dengan baik fitur-fitur
apa yang mesti dipakai pada saat memfoto suatu objek atau pemandangan.
Selalu Bekerja pada Berkas Salinan Hal ini berlaku untuk era
baru fotografi yaitu kamera dijital. Perlu Anda ingat bahwa sebelum Anda membuat
foto salinan maka foto yang Anda punya adalah foto satu-satunya yang masih asli.
Biasakanlah membuat salinan atas berkas foto yang akan Anda utak-atik. Beberapa
perangkat pengolahan/pengorganisasi gambar dijital biasanya menyertakan fitur
ini.
posting pada
Artikel |
No Comments »
Saturday, September 15th, 2007
Bagi peminat dunia fotografi, memotret adalah pekerjaan serius
yang memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman untuk mendapatkan
hasil yang sempurna. Kamera yang digunakan pun tentu harus memadai, entah pakai
kamera manual maupun kamera digital. Ada banyak literatur, baik berbentuk buku,
majalah, maupun website yang membahas tentang dunia fotografi.
Namun bagi kebanyakan kita, memotret barang kali hanya sekadar
selingan untuk bersenang-senang, itu pun dilakukan cukup dengan kamera ponsel.
Soal hasil, tentu tidak bisa dibandingkan dengan fotografer profesional. Meski
demikian, beberapa tips berikut tidak rugi untuk kita ikuti agar kualitas jepretan
dengan kamera ponsel bisa “maksimal�.
1. Pencahayaan adalah kunci memotret dengan kamera ponsel.
Semakin terang cahaya yang jatuh pada objek foto, kemungkinan hasil yang didapat
akan semakin baik. Jika berada dalam ruang, nyalakan semua lampu yang ada. Jika
ponsel dilengkapi lampu blitz, pastikan dalam kondisi �on�
meskipun memotret di luar ruang. Hindari memotret berlawanan dengan sumber cahaya
karena hasilnya akan membentuk gambar siluet.
2. Semakin dekat dengan objek semakin baik. Kamera ponsel berbeda
dengan kamera biasa. Untuk itu, perhatikan benar jarak dengan objek sehingga
bisa menghindari hasil dengan gambar objek yang terlalu kecil dan tidak jelas.
Umumnya gambar kamera ponsel lebih kecil dari yang terlihat di layar akibat
resolusi yang rendah. Tetapi, harap juga diperhatikan bahwa jika jaraknya terlalu
dekat dengan objek, hasilnya juga tidak baik.
3. Sejauh mungkin usahakan agar ponsel dalam kondisi tidak
bergerak. Seperti kamera biasa, semakin stabil kamera ponsel maka hasilnya akan
semakin baik. Ini terutama pada saat kondisi pencahayaan yang minim. Yang penting
harus diketahui, kamera ponsel mempunyai kelemahan yang disebut shutter lag,
yaitu ada selang waktu sekian detik setelah tombol di tekan baru gambar diambil.
Karena itu, usahakan tempat menjaga posisi ponsel setelah menekan tombol. Tidak
seperti kamera digital yang mempunyai tripod, umumnya ponsel hanya dipegang
tangan maka unsur stabilitas menjadi urusan sang pemotret.
4. Edit belakangan. Meskipun kamera ponsel Anda dilengkapi
dengan fitur editing foto, sebaiknya proses editing tetap dilakukan pada komputer
PC. Umumnya perangkat lunak di PC mempunyai fasilitas yang lebih lengkap untuk
memproses gambar, juga untuk berjaga-jaga dengan membuat backup-nya. Jangan
lupa untuk selalu mengambil gambar dalam mode warna karena setiap saat kita
bisa mengedit menjadi gambar hitam-putih. Sebaliknya, jika diambil dalam mode
hitam-putih, tidak mungkin kita bisa mengeditnya menjadi gambar berwarna sesuai
aslinya.
5. Jangan terburu menghapus foto yang “hancur�.
Kualitas layar ponsel memang tidak semuanya sebagus seperti monitor PC. Tidak
jarang foto yang dihasilkan dari kamera ponsel akan lebih bagus dilihat pada
layar monitor daripada di layar ponsel.
6. Hindari menggunakan fitur zoom. Meski menarik untuk memotret
objek yang diperbesar dengan zoom digital, namun sesungguhnya hal ini menurunkan
kualitas foto yang dihasilkan. Tetapi, bila kamera ponsel Anda dilengkapi dengan
zoom optical, zoom tidak akan berpengaruh.
7. Gunakan fitur �white balance�.
Meski jarang dipakai atau bahkan tidak banyak yang tahu, fitur ini memungkinkan
Anda untuk mengatur pewarnaan proses pengambilan gambar berdasarkan kondisi
yang ada. Garis besarnya, objek akan kelihatan lebih terang atau gelap. Namun,
sebaiknya coba-coba dulu untuk mendapatkan pengalaman hasil terbaik.
8. Ambil gambar sebanyak mungkin. Kamera digital, termasuk
pula kamera ponsel, hadir dengan kelebihan efisiensi biaya dibanding kamera
berbasis rol film. Sehingga mengambil gambar sebanyak mungkin tidak akan menambah
biaya Anda. Hasilnya, Anda mempunyai banyak pilihan untuk menentukan mana yang
terbaik untuk disimpan.
9. Berkreasilah dengan komposisi letak objek. Untuk mendapatkan
hasil yang menarik gunakan sudut pandang yang kreatif. Usahakan memotret dari
sudut-sudut �yang tak biasa�. Jadi meski kualitas
foto tak sebagus kamera digital, tapi kalau dari sisi komposisi enak dipandang,
hasilnya lumayan.
10. Jaga kebersihan lensa kamera ponsel Anda. Karena alat ini
sebetulnya adalah ponsel maka tak heran bila urusan menjaga lensa kadang terabaikan.
Maklum selain disimpan di saku, ponsel juga lebih sering menempel di kuping.
Tak heran keringat atau sidik jari menempel di lensa. Gunakan kain halus dan
bersih untuk membersihkan secara teratur lensa kamera ponsel Anda.
11. Perhatikan etika/aturan memotret pada beberapa tempat.
Meskipun umumnya tidak ada tanda peringatan gambar kamera ponsel disilang, tentu
saja bila di satu tempat dilarang memotret dengan kamera digital, kamera ponsel
pun dilarang. Kamera ponsel memang sangat mudah untuk mengambil gambar di tempat-tempat
yang �tersembunyi�. Namun, jangan sekali-sekali menggunakan
untuk memotret hal yang secara norma hukum, susila, atau agama dilarang. Biasakan
meminta izin terlebih dahulu sebelum mengambil gambar seseorang yang belum Anda
kenal. Hindari berpura-pura mengetik SMS sebagai dalih memotret sesuatu/seseorang.
Sekarang banyak sekali kamera keamanan (CCTV) yang siap membongkar ulah Anda
setiap saat. Jangan sampai rasa malu atau malah denda dan penjara yang menanti
keisengan Anda.
12. Segera ganti nama file foto. Memotret dengan kamera ponsel
memang mengasyikkan, hingga tak sadar ribuan foto telah masuk ke ponsel. Masalahnya,
ketika sebuah foto dibutuhkan, tidak jarang kita akan kebingungan mencarinya
kembali.
13. Gunakan setting resolusi tertinggi yang disediakan oleh
kamera ponsel Anda. Foto dengan resolusi tinggi memungkinkan Anda mendapat hasil
terbaik serta keleluasaan ketika proses editing. Namun sesuaikan pula dengan
kapasitas memory card kamera ponsel Anda.
14. Pastikan kamera ponsel Anda disimpan pada tempat yang tidak
terlalu panas. Menyimpan ponsel di tempat yang panas akan menurunkan kualitas
foto yang disimpan di dalamnya
Incoming search terms for the article:
posting pada
Artikel |
No Comments »
Saturday, September 15th, 2007
Bagi pecinta fotografi dan DI (Digital Imaging) pasti kenal
yang namanya program manipulasi gambar. Karena dengan menggunakan program manipulasi
gambar dan sejumlah klak-klik lah gambar yang awalnya kurang sedap di pandang
mata menjadi bagus. Singkat kata, dengan bantuan program manipulasi gambar,
kita nggak perlu lagi repot-repot mempelajari teknik dasar memotret. Ups, tapi
itu keliru banget!!! Mengapa keliru? Seiring kemajuan yang dirintis kamera digital
baik yang kamera saku ataupun super-zoom, untuk menghasilkan gambar yang bagus
memang dikondisikan nggak perlu mempelajari teknik secara mendalam. Namun ingat,
segala sesuatu yang mudah akan dimakan waktu, begitu juga dalam dunia fotografi.
Jadi sekarang marilah kita pelajari sedikit tips fotografi dasar
Memahami Pencahayaan Fotografi adalah lukisan bercat cahaya.
Maka, hal terpenting dalam fotografi adalah pencahayaan. Sekilas memang pencahayaan
ini terkesan sulit, tapi pada dasarnya, penyetelan banyak – sedikitnya cahaya
yang akan masuk dalam lensa kamera nggak begitu rumit. Kamera digital memang
memiliki penyetelan cahaya secara otomatis, yang apabila di tempat terang ia
akan menyesuaikan setelan rana menjadi lebih sempit sehingga hasil gambar akan
normal, alias nggak berlebih cahaya (over-exposure). Tapi bagaimana di tempat
gelap? Realitanya, kebanyakan kamera saku belum mampu mengatasi masalah pemotretan
di tempat gelap. Dengan setelan shutter yang relatif cepat disertai dengan kondisi
cahaya minim, hasil foto pasti akan buram. Solusi untuk ini tentu saja dengan
memilih kecepatan rana rendah.
Memotretlah Tanpa Flash Nggak semua tempat bisa dijadikan lokasi
pemotretan sesuai keinginan kita. Di museum, misalnya, kita nggak bisa seenaknya
menggunakan lampu flash saat memotret obyek. Untuk menyiasati larangan tersebut,
coba setel ISO ke level yang paling tinggi, buka aperture atau diafragma selebarnya
dan gunakan shutter yang lambat. Dengan setelan ini, ditambah dengan penggunaan
tripod, niscaya gambar kita akan bebas dari minim cahaya dan keburaman. Bagaimana
kalau nggak ada tripod? Jangan khawatir, dengan teknik dasar, hal-hal sepert
ini bisa diatasi. Caranya, perhatikan lah posisi tangan saat memotret. Minimalisasi
gerakan yang mampu mengaburkan gambar dengan menempelkan sedekat mungkin lengan
yang memegang kamera ke badan kita, lalu teguhkan posisi badan. Memang, trik
ini nggak bisa menggantikan posisi tripod 100%, tapi bisa sedikit mengurangi
gerakan yang mampu mengaburkan gambar. Hal diatas sangat mudah dipahami, sekarang
konsentasikan teknik pemotretan ke pemilihan penempatan obyek dalam gambar.
Umumnya pandangan seseorang akan tertumpu pada obyek yang berada di tengah.
Dengan kata lain, obyek yang di posisikan berada di tengah gambar akan mudah
terlihat kekurangannya. Untuk mengecoh pandangan penikmat foto, coba ubah penempatan
posisi obyek supaya nggak pas di tengah gambar.
Menjelajahi Sudut Sebaiknya jangan terpaku dengan sudut pengambilan
sudut datar. Sesekali cobalah sudut pandang yang tajam dan juga sudut miring.
Nantinya hasil gambar akan menarik. Masalah utama dalam fotografi salah satunya
adalah keburaman. Betapapun canggihnya program manipulasi gambar, jika pada
saat dipotret gambar sudah buram, akan susah untuk memperbaiki ketajaman gambar.
Untuk mencegah keburaman, perhatikan selalu kecepatan shutter ketika akan memotret.
Keburaman pada gambar seringkali disebabkan oleh terlalu cepatnya shutter. Idealnya,
jika memotret tanpa tripod, pakailah shutter 1/125. Namun bila kita menyanggakan
kamera di atas tripod, bisa pilih shutter dengan kecepatan 1/60 atau 1/30
Jangan Tantang Matahari Hindari pengambilan gambar yang menantang
matahari. Artinya, subyek foto lah yang menghadap sumber cahaya agar gambar
yang di hasilkan terang. Jika sebaliknya, subyek akan terlihat gelap, sementara
bidang lain di luar subyek akan terang benderang. Hasil ini bisa dianalogikan
dengan suasana gerhana matahari. Memang, teknik fotografi menentang cahaya,
atau sering disebut siluet, kerap dipilih para fotografer. Tapi jika teknik
kita masih dalam level pemula, sebaiknya tunda dulu pengambilan gambar siluet.
Hindari Zoom Digital Banyak bagunan-bagunan yang menarik untuk
difoto. Sebisa mungkin hindari penggunaan zoom digital. Gunakan saja zoom optikal.
Penggunaan zoom digital dapat mengakibatkan gambar pecah, atau terlihat jelas
kotak-kotak pikselnya.
Incoming search terms for the article:
posting pada
Artikel |
No Comments »
Saturday, September 15th, 2007
Pariwisata tentunya tak lepas dari dunia fotografi. Bahkan
foto-foto seringkali lebih berbicara dalam menyampaikan pesan dan menampilkan
keindahan sebuah objek. Bagi orang-orang yang gemar traveling juga biasanya
gemar merekam perjalanannya dengan kamera baik dengan kamera jenis SLR ataupun
kamera saku. Namun masih banyak penghobi yang belum mengetahui bagaimana cara
merawat kamera dengan benar agar terhindar dari kerusakan. Inilah tips merawat
kamera Anda agar terhindar dari kerusakan.
Hindari Kapur Barus Jangan sekali-kali menyimpan kamera di
dalam lemari pakaian atau lemari apapun yang telah diisi kapur barus atau kamper
pengharum pakaian. Kapur barus termasuk benda perusak terhadap kamera yang dapat
menyekat-nyekat kamera dan bagian lainya yang terbuat dari bahan karet. Pada
kamera elektronik kapur barus bisa merapuhkan PCB (Printed Circuit Board) yaitu
tempat chip-chip kamera berada dan beberapa element chip itu sendiri. Bahkan
uap kapur barus dapat juga menodai lensa.
Kerusakan kamera akibat kapur barus biasanya tidak bisa diperbaiki lagi dan
sebaiknya menyimpan di tempat kedap udara misalnya lemari khusus kamera yang
sejuk, kering dan tidak lembab. Namun karena lemari khusu untuk kamera ini mahal,
Anda bias menggantinya dengan stoples (tempat kue atau kerupuk ukuran besar
yang bertutup tapat. Ke dalam stoples tersebut tambahkan Silica Gel yang akan
menyerap kelembaban.
Atau bisa juga Anda membuat lemari khusus yang diatur kelembabannya, yaitu berupa
lemari kayu yang berisi lampu pijar yang terus menyala dengan daya yang tidak
terlalu besar. Posisi lampu jangan dekat dengan kamera, bila terlalu dekat,
panas yang berlebihan dapat merusak kamera. Lampu pijar yang ideal adalah 5
watt, dengan jangkauan 40 cm di atas (sebaiknya jangan di bawah) kamera atau
perlengkapan lainnya.
Sebelum menyimpannya bukalah dahulu pembungkus kamera atau tudung yang membungkusnya
guna menghindari lembabnya lensa yang dibersihkan dari debu-debu yang mungkin
menyelip di sana sini. Untuk penyimpanan cukup lama copotlah atau lepaskan semua
baterai di dalam kamera.
Hindari dari Sengatan Matahari Bila Anda bepergian ke mana
saja dengan membawa kamera perlakukanlah kamera itu seperti barang "kesayangan".
Jangan sampai terjemur atau terkena sengatan sinar matahari yang berlebihan.
Sebab panas yang tinggi dapat merusak bagian-bagian kamera yang terbuat dari
plastik dan karet serta dapat merusak elemen-elemen elektroniknya.
Hindari dari Goncangan Bila Anda membawanya jangan lupa menaruhnya
di dalam tas khusus kamera guna guna menghindari guncangan di kendaraan umum
maupun pribadi. Kamera yang berada dlam tas khusus akan terhindar dari benturan-benturan
antara peralatan.
Ada baiknya tas kamera selalu di pegang jika terjadi guncangan yang berlebihan
dan jangan taruh di sembarang tempat, contohnya bagasi mobil. Usahakan ditaruh
di tempat aman misalnya jok mobil. Bila menggunakan motor kamera dapat diselempangkan
di badan, jangan sekali-kali di taruh di laci khususnya Vespa.
Bersihkan Kamera dan Lensa Ada baiknya kamera dibersihkan seminggu
sekali dan dibersihkan sendiri. Untuk bagian luar boisa menggunakan lap kering
yang bersih dan tidak kasar. Untuk bagian dalam haruslah hati-hati. Pergunakan
blower atau peniup yang banyak dijual di toko kamera. Sebagai pasangan blower
bisa juga kuar berukuran 1/2 inci yang belum pernah dipakai kepada benda atau
untuk keperluan lainya.
Untuk membersikan lensa yang terkena noda, misalnya terkena jari yang berminyak
atau air dari keringan pemakai dan kulit muka jangan menggunakan dengan jari
atau tangan, pakailah tissue khusus untuk kamera yang telah banyak di jual di
toko.
Untuk menghindari goresan sebaiknya lensa mempunyai filter ulir yang terpasang
permanen di bagian depannya. Filter yang umum menjadi pelindung adalah filter
UV (Ultra Violet) atau filter skylight. Sedangkan untuk menghindari goresan
di bagian belakang lensa, usahakan selalu memasang body cup penutup saat lensa
dilepas dari badan kamera.
Servis di Tempat Khusus Dalam janga panjang, setahun atau dua
tahun sekali, ada baiknya kamera di servis ke tempat khusus "servis besar"
ini meliputi pembersihan bagian dalam seperti pembersihan lensa dari jamur yang
menempel atau juga penyesuaian setelan-setelan utama kamera seperti penyesuaian
kecapatan rana. Jangalah menservis kamera jika merek Anda berkualitas di tempat
servis yang meragukan. Bila servis di tempat yang bukan khusus mereka kamera
Anda, maka mutunya kurang baik, bisa jadi kamera bertambah parah atau rusak
dalam waktu dekat. Tapi bila diservis di tempat khusus akan menjamin mutu dan
kualitas, misalnya mereka Nikon, servislah di dealer resmi Nikon, jangan di
tempat lain.
Jangan terlampau sering mencuci lensa atau membersihkan bagian dalamnya bila
berjamur. Kaca lensa begitu peka. Makin sering dibersihkan dapat mengakibatkan
mutu gambar akan menurun. Untuk menjaga dan merawatnya janganlah simpan di lemari
pakaian. karena dapat mengundang jamur yang menempel di lensa bagian dalam.
Jangan Terkena Air Laut Berekreasi ke pantai bersama keluarga
maupun teman-teman, hati-hatilah dengan kamera yang dibawa. Air laut sangat
jahat terhadap kamera. Percikan air laut yang halus seringkali tidak tampak
dan dapat menjadi sumber karat yang sangat potensial. Misalnya susai rekreasi
di pantai pembersihan kamera wajib dilakukan sesegera mungkin. Biasanya hal
ini seringkali terlupakan oleh kita. Pembersihan harus ekstra hati-hati. Uap
air laut seringkali meninggalkan butir-butir garam yang menyebabkan karat pada
kamera.
Jangan lupa membersihkannya bila memakai di daerah yang berdekatan dengan pantai
atau air laut. Bila kamera Anda terjebur ke air laut atau kecipratan yang cukup
banyak, untuk mengantisipasinya, jangan tunda, langusng rendam kamera Anda ke
dalam air tawar, kemudian bilaslah berkali-kali untuk menghilangkan noda-noda
air laut. Setelah dibilas sampai tuntas, simpanlah dan segera bawa ke ahli untuk
membersihkannya.
Bila pembilasan air ini tidak dilakukan sesegera mungkin, kamera yang tercebur
ke dalam air laut tidak bisa diselamatkan. Proses pengrusakan oleh air laut
berlangsung sangat cepat dan dalam hitungan menit setelah kamera tercebur.
Semoga dengan tips ini, Anda sebagai penggemar fotografi dapat
merawat kamera atau minimal menyimpan kamera dengan baik, agar benda ini dapat
bertahan lebih lama.
Incoming search terms for the article:
posting pada
Artikel |
No Comments »
Saturday, September 15th, 2007
Mengabadikan saat-saat penuh bahagia di hari pernikahan pastilah
menjadi bagian tak terpisah dari rangkaian acara di hari istimewa Anda. Setiap
momen penuh arti diabadikan dalam bentuk video maupun foto. Jika Anda memutuskan
untuk menggunakan jasa fotografi sebagai salah satu media mengabadikan kebahagian,
berikut adalah tips yang mudah-mudahan bisa menjadi pengetahuan tambahan mengenai
fotografi bagi Anda.
1. Paket dengan harga mahal bukan jaminan bahwa Anda akan mendapat kualitas
baik. Kualitas karya fotografi tidak melulu dikaitkan dengan besarnya biaya
yang harus dikeluarkan, kok. Jika Anda bijak memilih, syukur-syukur kalau Anda
juga mengetahui setidaknya sedikit hal dasar mengenai fotografi Anda akan lebih
jeli mencari studio atau fotografer yang tidak membuat budget pernikahan Anda
di luar batas.
2. Paket yang murah. Hei, seorang teman yang menyukai fotografi
mengatakan bahwa fotografi bukan produk generik. Jadi Anda jangan langsung memilih
produk dengan harga sangat murah dan di bawah rata-rata tanpa mempedulikan kualitasnya.
Adalah benar bahwa yang mahal belum tentu menawarkan kualitas terbaik, namun
jangan jadi langsung asal pilih yang paling murah. Perhatikan betul kualitasnya
jika harga yang ditawarkan ternyata di bawah rata-rata.
3. Foto Studio. Jika Anda memilih untuk berfoto di studio foto
yang memiliki lebih dari satu fotografer, pastikan Anda mengetahui benar hasil
karyanya. Anda dapat memilih dan menentukan fotografer mana yang ingin Anda
ajak bekerja sama. Sebelum hari pemotretan tiba, sempatkan bertemu dulu dengan
sang fotografer. Foto Anda selain akan menjadi bagian dari dokumentasi juga
akan menjadi karya seni, karenanya chemistry dan kesepahaman antara Anda, pasangan,
dan sang fotografer harus dibangun dulu sebelum pemotretan dilakukan. Ini juga
berguna untuk mengetahui gaya yang sesuai untuk Anda dan pasangan.
4. Hitam & Putih. Jika foto hitam putih menjadi pilihan
Anda, tips berikut ini perlu Anda simak. Pastikan bahwa sang fotografer akan
menangani langsung foto Anda tersebut. Hampir tak mungkin mendapatkan hasil
cetak foto hitam putih yang berkualitas kecuali sang fotografer menanganinya
sendiri. Dengan teknologi digital yang sekarang banyak diterapkan dalam dunia
fotografi, pastikan juga bahwa Anda menyetujui rentang warna pada foto Anda.
Detail pada area yang paling ingin ditonjolkan, dan shadow pada latar belakang
sangat perlu diperhatikan dengan detail sebelum Anda menyetujui untuk mencetak
foto tersebut.
5. Pencahayaan. “Payung” dan kotak-kotak yang terdapat
di studio dimanfaatkan untuk membuat pencahayaan yang lebih lembut. Untuk itu
Anda harus menyimak betul penampilan Anda sebelum dipotret. Perhatikan apakah
gradasi putih gaun pengantin Anda akan terlihat cukup tajam nantinya, untuk
ini yang mesti Anda lakukan adalah bercermin pada kaca tiga dimensi, tidak hanya
pada cermin datar yang biasa Anda lakukan.
6. Negatif foto. Sehalus mungkin tolak “ajakan” fotografer
yang menawarkan negatif foto sebagai bonus saja. Jika Anda ingin memperbesar
ukuran foto dari format medium menjadi ukuran kanvas lukisan, misalnya, pastikan
juga Anda mencetak negatif foto di studio profesional. Perlu kesabaran tentu
saja, dan juga biaya lebih, namun hal itu cukup berharga, kok untuk mengenang
hari bahagia Anda.
7. Kontrak. Jika Anda membuat perjanjian mengenai foto, misalnya
jumlah foto yang akan Anda terima, apakah Anda juga akan mendapatkan foto Anda
dalam bentuk CD atau tidak, jangan hanya menaruh kepercayaan pada ucapan saja.
Pastikan bahwa Anda dan pasngan membuat perjanjian tertulis dengan studio atau
fotografer perorangan yang akan mengabadikan kenangan Anda dan pasangan. Bentuk
perjanjian tertulis paling sederhana adalah bukti pembayaran dengan rincian
produk dan layanan yang akan Anda terima sebagai konsumen mereka.
8. Saran terakhir, sebaiknya, sih Anda lebih memilih fotografer
penuh waktu. Bukan berarti fotografer paruh waktu tidak berkualitas, bukan sama
sekali. Hanya saja ada kecenderungan orang yang mengabdikan diri dengan total
dalam pekerjaannya menghasilkan karya yang lebih baik. Kecuali jika Anda yakin
bahwa fotografer paruh waktu yang Anda inginkan memang berkualitas.
Kini, siapkan diri Anda dan pasangan, dan abadikanlah pernikahan
Anda!
posting pada
Artikel |
No Comments »
Saturday, September 15th, 2007
"Lihat dong album pernikahannya," begitu selalu ucapan
yang kerap terdengar manakala pesta usai digelar. Kebiasaan memamerkan foto
pernikahan seperti ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan tidak sedikit pasangan
yang sengaja meletakkan album foto atau memajang foto pernikahan dalam pigura
berukuran besar di ruang tamu untuk dinikmati para kerabat yang ingin melihatnya.
Dulu, para pengantin baru umumnya memamerkan foto upacara pernikahan
dan resepsi. Itu pun dengan gaya fotografi yang terkesan monoton, kalau tidak
portrait ya liputan. Lahirnya inovasi dalam dunia fotografi yang kaya akan ide
membuat gaya foto pengantin tak lagi terkesan monoton. Bahkan gaya-gaya baru
macam candid dan foto pre-wedding kini seolah menjadi tren bagi para pasangan
baru.
Mampu merekam emosi
Kedua gaya foto, candid dan pre-wedding, memiliki kesamaan, yaitu merekam emosi
kebahagiaan yang terpancar dari wajah sang calon pengantin. Bedanya, foto pre-wedding
di lakukan paling tidak satu setengah bulan sebelum hari H. Lokasinya pun biasanya
outdoor, walaupun bisa juga dilakukan secara indoor bagi pasangan-pasangan yang
sibuk.
Walaupun foto outdoor digemari karena bisa mengekspresikan
kebahagiaan di tempat-tempat romantis atau kota kenangan, biaya yang dikeluarkan
pun cenderung mahal karena membutuhkan transportasi dan akomodasi. Namun demikian,
ada beberapa studio foto yang sanggup melakukan sesi pemotretan secara indoor
namun tetap memberikan kesan outdoor. Tentunya komposisi, latar belakang, teknik
fotografi serta kreativitas fotograferlah yang memegang peranan di sini.
Oleh karena itu, sebelum memilih fotografer pastikan Anda mendapatkan
referensi yang positif dari rekan yang pernah menggunakan jasanya. Dan yang
terpenting, pilih fotografer yang memiliki gaya yang sesuai dengan keinginan
Anda dan pasangan, sehingga Anda pun merasa nyaman bersamanya. Ditambah kepiawaian
sang fotografer dalam merekam momen romantis Anda berdua, terciptalah ekspresi
kemesraan yang tak terlupakan sepanjang jaman.
Incoming search terms for the article:
posting pada
Artikel |
No Comments »
Friday, September 7th, 2007
Finally,
lombokphotography.com online ! welcome aboard.
have a nice browsing
posting pada
Info Terkini |
No Comments »