Tips Memotret dengan Kamera Ponsel

pada 15/09/2007 – 09:07 | oleh web admin |

Bagi peminat dunia fotografi, memotret adalah pekerjaan serius
yang memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman untuk mendapatkan
hasil yang sempurna. Kamera yang digunakan pun tentu harus memadai, entah pakai
kamera manual maupun kamera digital. Ada banyak literatur, baik berbentuk buku,
majalah, maupun website yang membahas tentang dunia fotografi.

Namun bagi kebanyakan kita, memotret barang kali hanya sekadar
selingan untuk bersenang-senang, itu pun dilakukan cukup dengan kamera ponsel.
Soal hasil, tentu tidak bisa dibandingkan dengan fotografer profesional. Meski
demikian, beberapa tips berikut tidak rugi untuk kita ikuti agar kualitas jepretan
dengan kamera ponsel bisa “maksimal�.

1. Pencahayaan adalah kunci memotret dengan kamera ponsel.
Semakin terang cahaya yang jatuh pada objek foto, kemungkinan hasil yang didapat
akan semakin baik. Jika berada dalam ruang, nyalakan semua lampu yang ada. Jika
ponsel dilengkapi lampu blitz, pastikan dalam kondisi �on�
meskipun memotret di luar ruang. Hindari memotret berlawanan dengan sumber cahaya
karena hasilnya akan membentuk gambar siluet.

2. Semakin dekat dengan objek semakin baik. Kamera ponsel berbeda
dengan kamera biasa. Untuk itu, perhatikan benar jarak dengan objek sehingga
bisa menghindari hasil dengan gambar objek yang terlalu kecil dan tidak jelas.
Umumnya gambar kamera ponsel lebih kecil dari yang terlihat di layar akibat
resolusi yang rendah. Tetapi, harap juga diperhatikan bahwa jika jaraknya terlalu
dekat dengan objek, hasilnya juga tidak baik.

3. Sejauh mungkin usahakan agar ponsel dalam kondisi tidak
bergerak. Seperti kamera biasa, semakin stabil kamera ponsel maka hasilnya akan
semakin baik. Ini terutama pada saat kondisi pencahayaan yang minim. Yang penting
harus diketahui, kamera ponsel mempunyai kelemahan yang disebut shutter lag,
yaitu ada selang waktu sekian detik setelah tombol di tekan baru gambar diambil.
Karena itu, usahakan tempat menjaga posisi ponsel setelah menekan tombol. Tidak
seperti kamera digital yang mempunyai tripod, umumnya ponsel hanya dipegang
tangan maka unsur stabilitas menjadi urusan sang pemotret.

4. Edit belakangan. Meskipun kamera ponsel Anda dilengkapi
dengan fitur editing foto, sebaiknya proses editing tetap dilakukan pada komputer
PC. Umumnya perangkat lunak di PC mempunyai fasilitas yang lebih lengkap untuk
memproses gambar, juga untuk berjaga-jaga dengan membuat backup-nya. Jangan
lupa untuk selalu mengambil gambar dalam mode warna karena setiap saat kita
bisa mengedit menjadi gambar hitam-putih. Sebaliknya, jika diambil dalam mode
hitam-putih, tidak mungkin kita bisa mengeditnya menjadi gambar berwarna sesuai
aslinya.

5. Jangan terburu menghapus foto yang “hancur�.
Kualitas layar ponsel memang tidak semuanya sebagus seperti monitor PC. Tidak
jarang foto yang dihasilkan dari kamera ponsel akan lebih bagus dilihat pada
layar monitor daripada di layar ponsel.

6. Hindari menggunakan fitur zoom. Meski menarik untuk memotret
objek yang diperbesar dengan zoom digital, namun sesungguhnya hal ini menurunkan
kualitas foto yang dihasilkan. Tetapi, bila kamera ponsel Anda dilengkapi dengan
zoom optical, zoom tidak akan berpengaruh.

7. Gunakan fitur �white balance�.
Meski jarang dipakai atau bahkan tidak banyak yang tahu, fitur ini memungkinkan
Anda untuk mengatur pewarnaan proses pengambilan gambar berdasarkan kondisi
yang ada. Garis besarnya, objek akan kelihatan lebih terang atau gelap. Namun,
sebaiknya coba-coba dulu untuk mendapatkan pengalaman hasil terbaik.

8. Ambil gambar sebanyak mungkin. Kamera digital, termasuk
pula kamera ponsel, hadir dengan kelebihan efisiensi biaya dibanding kamera
berbasis rol film. Sehingga mengambil gambar sebanyak mungkin tidak akan menambah
biaya Anda. Hasilnya, Anda mempunyai banyak pilihan untuk menentukan mana yang
terbaik untuk disimpan.

9. Berkreasilah dengan komposisi letak objek. Untuk mendapatkan
hasil yang menarik gunakan sudut pandang yang kreatif. Usahakan memotret dari
sudut-sudut �yang tak biasa�. Jadi meski kualitas
foto tak sebagus kamera digital, tapi kalau dari sisi komposisi enak dipandang,
hasilnya lumayan.

10. Jaga kebersihan lensa kamera ponsel Anda. Karena alat ini
sebetulnya adalah ponsel maka tak heran bila urusan menjaga lensa kadang terabaikan.
Maklum selain disimpan di saku, ponsel juga lebih sering menempel di kuping.
Tak heran keringat atau sidik jari menempel di lensa. Gunakan kain halus dan
bersih untuk membersihkan secara teratur lensa kamera ponsel Anda.

11. Perhatikan etika/aturan memotret pada beberapa tempat.
Meskipun umumnya tidak ada tanda peringatan gambar kamera ponsel disilang, tentu
saja bila di satu tempat dilarang memotret dengan kamera digital, kamera ponsel
pun dilarang. Kamera ponsel memang sangat mudah untuk mengambil gambar di tempat-tempat
yang �tersembunyi�. Namun, jangan sekali-sekali menggunakan
untuk memotret hal yang secara norma hukum, susila, atau agama dilarang. Biasakan
meminta izin terlebih dahulu sebelum mengambil gambar seseorang yang belum Anda
kenal. Hindari berpura-pura mengetik SMS sebagai dalih memotret sesuatu/seseorang.
Sekarang banyak sekali kamera keamanan (CCTV) yang siap membongkar ulah Anda
setiap saat. Jangan sampai rasa malu atau malah denda dan penjara yang menanti
keisengan Anda.

12. Segera ganti nama file foto. Memotret dengan kamera ponsel
memang mengasyikkan, hingga tak sadar ribuan foto telah masuk ke ponsel. Masalahnya,
ketika sebuah foto dibutuhkan, tidak jarang kita akan kebingungan mencarinya
kembali.

13. Gunakan setting resolusi tertinggi yang disediakan oleh
kamera ponsel Anda. Foto dengan resolusi tinggi memungkinkan Anda mendapat hasil
terbaik serta keleluasaan ketika proses editing. Namun sesuaikan pula dengan
kapasitas memory card kamera ponsel Anda.

14. Pastikan kamera ponsel Anda disimpan pada tempat yang tidak
terlalu panas. Menyimpan ponsel di tempat yang panas akan menurunkan kualitas
foto yang disimpan di dalamnya

Incoming search terms for the article:

Postingan di atas berhubungan dengan :


Fatal error: Call to undefined function related_posts() in /home/lbkphoto/public_html/wp-content/themes/lombokphoto/single.php on line 31